Daftar Negara Schengen
Schengen Area adalah wilayah bebas visa terbesar di dunia, mencakup sebagian besar negara di Eropa yang telah menyepakati penghapusan kontrol perbatasan internal. Artinya, kamu hanya perlu satu visa Schengen untuk dapat menjelajahi lebih dari 25 negara sekaligus, tanpa harus melewati pemeriksaan imigrasi antarnegara.
Wilayah ini sangat populer di kalangan pelancong karena menawarkan kombinasi pemandangan alam yang spektakuler, warisan budaya yang kaya, arsitektur ikonik, dan kota-kota penuh sejarah yang saling terhubung dengan sistem transportasi efisien. Apakah kamu ingin menikmati aurora di Islandia, bersantai di kanal Venesia, atau menyusuri kastil tua di Slovakia—semuanya bisa diakses dalam satu perjalanan.
Di bawah ini adalah daftar lengkap negara-negara yang tergabung dalam Schengen Area, lengkap dengan 3 daya tarik wisata paling terkenal di masing-masing negara dan waktu terbaik untuk mengunjunginya agar pengalaman liburan kamu lebih maksimal.
Negara Schengen
|
3 Daya Tarik Wisata Populer
|
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
|
|---|
Austria
|
Schönbrunn Palace, Hallstatt, Danube Valley
|
April–Juni & September
|
Belgia
|
Grand Place Brussels, Bruges Old Town, Atomium
|
Mei–September
|
Bulgaria
|
Sofia Old Town, Rila Monastery, Plovdiv
|
Mei–September
|
Denmark
|
Tivoli Gardens, Nyhavn, Istana Amalienborg
|
Mei–Agustus
|
Estonia
|
Kota Tua Tallinn, Lahemaa National Park, Toompea Castle
|
Mei–Agustus
|
Finlandia
|
Santa Claus Village, Helsinki Cathedral, Aurora Borealis
|
Des–Mar (salju), Jun–Agu (musim panas)
|
Prancis
|
Menara Eiffel, Louvre, Istana Versailles
|
April–Juni & Sep–Okt
|
Jerman
|
Brandenburg Gate, Neuschwanstein Castle, Tembok Berlin
|
Mei–September
|
Yunani
|
Acropolis Athena, Santorini, Delphi
|
April–Juni & September
|
Hongaria
|
Gedung Parlemen Budapest, Danau Balaton, Chain Bridge
|
Mei–September
|
Islandia
|
Blue Lagoon, Gullfoss, Aurora Borealis
|
Jun–Agu (outdoor), Okt–Mar (aurora)
|
Italia
|
Colosseum, Menara Pisa, Kanal Venesia
|
April–Juni & Sep–Okt
|
Latvia
|
Kota Tua Riga, Jurmala Beach, House of the Blackheads
|
Juni–Agustus
|
Liechtenstein
|
Vaduz Castle, Kunstmuseum, Malbun
|
Mei–September
|
Lituania
|
Kota Tua Vilnius, Trakai Castle, Bukit Salib
|
Mei–September
|
Luksemburg
|
Bock Casemates, Vianden Castle, Grund District
|
Mei–Oktober
|
Malta
|
Blue Lagoon, Mdina, Kuil Hagar Qim
|
Mei–Oktober
|
Belanda
|
Kinderdijk, Museum Van Gogh, Kanal Amsterdam
|
April (tulip), Mei–Sep
|
Norwegia
|
Geirangerfjord, Trolltunga, Oslo Opera House
|
Juni–Agustus
|
Polandia
|
Krakow Old Town, Auschwitz, Wawel Castle
|
Mei–September
|
Portugal
|
Menara Belem, Porto Ribeira, Sintra
|
Mar–Jun & Sep–Okt
|
Rumania
|
Kastil Bran (Drakula), Pegunungan Carpathian, Istana Parlemen
|
Mei–September
|
Republik Ceko
|
Prague Castle, Charles Bridge, Old Town Square
|
Mei–Juni & September
|
Slovakia
|
Kastil Bratislava, Pegunungan Tatra, Kastil Spis
|
Mei–September
|
Slovenia
|
Danau Bled, Gua Postojna, Ljubljana Old Town
|
Mei–Oktober
|
Spanyol
|
Sagrada Familia, Alhambra, Park Güell
|
April–Juni & Sep–Okt
|
Swedia
|
Gamla Stan, Museum Vasa, Lapland
|
Mei–Agu (kota), Des–Feb (salju)
|
Swiss
|
Matterhorn, Danau Geneva, Jungfraujoch
|
Jun–Sep (hiking), Des–Feb (ski)
|
Kroasia
|
Dubrovnik, Plitvice Lakes, Split
|
Mei–Oktober
|
Catatan: Waktu terbaik untuk berkunjung bersifat perkiraan umum berdasarkan iklim, keramaian turis, dan pengalaman wisata optimal. Pastikan untuk mengecek kalender acara lokal, cuaca musiman, serta persyaratan visa atau masuk ke wilayah Schengen sebelum merencanakan perjalanan.
Dengan banyaknya negara yang termasuk, bagaimana sistem visa ini diterapkan secara kolektif oleh seluruh anggota zona Schengen?
Negara Anggota yang Menerapkan Kebijakan Visa Schengen
Semua negara anggota zona Schengen menerapkan kebijakan visa yang seragam berdasarkan perjanjian bersama. Artinya, jika Anda memerlukan visa untuk masuk ke satu negara Schengen, maka Anda juga memerlukan visa yang sama untuk memasuki negara Schengen lainnya.
Aturan ini berlaku secara kolektif dan tidak ditentukan oleh masing-masing negara secara terpisah. Jadi, tidak ada pengecualian berdasarkan negara tujuan pertama—visa Schengen berlaku konsisten di seluruh kawasan. Namun tidak semua orang bebas masuk begitu saja—banyak negara non-Uni Eropa tetap diwajibkan untuk mengajukan Visa Schengen sebelum keberangkatan.
Negara Non-Uni Eropa yang Wajib Mengajukan Visa Schengen
Sebagian besar warga negara di luar Uni Eropa (UE) dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) diwajibkan mengajukan Visa Schengen sebelum memasuki area Schengen. Ini termasuk pelancong dari berbagai negara Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Beberapa negara yang perlu mengurus visa Schengen antara lain:
Indonesia, India, Tiongkok, Rusia, Pakistan, Mesir, Afrika Selatan, Nigeria, Turki, dan Filipina.
Visa ini wajib bahkan untuk kunjungan singkat seperti wisata, bisnis, atau transit. Oleh karena itu, penting untuk mengecek status negara asal Anda di daftar resmi Komisi Eropa atau kedutaan terkait sebelum merencanakan perjalanan ke Eropa. Lalu, jika visa sudah di tangan, berapa lama Anda bisa tinggal dan seberapa fleksibel penggunaannya?
Visa Schengen Berlaku Berapa Lama?
Visa Schengen umumnya memungkinkan Anda tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Ini berarti Anda bisa berada di zona Schengen selama tiga bulan, lalu wajib keluar selama tiga bulan sebelum bisa masuk kembali.
Jenis masa berlaku visa antara lain:
Single Entry: Hanya bisa masuk sekali ke zona Schengen
Double Entry: Bisa masuk dua kali selama masa berlaku visa
Multiple Entry: Bisa keluar-masuk berkali-kali selama 90 hari dalam 180 hari
Jika Anda memiliki rencana perjalanan jangka panjang atau kunjungan berkala, pastikan memilih opsi visa yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas Anda. Meskipun begitu, ada beberapa pengecualian menarik—terutama bagi warga negara dari negara-negara tertentu.
Pengecualian dan Peraturan Khusus
Beberapa negara memiliki perjanjian khusus dengan Uni Eropa yang memungkinkan warga negaranya masuk tanpa visa untuk kunjungan jangka pendek. Misalnya, warga negara Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Jepang tidak memerlukan visa untuk kunjungan hingga 90 hari. Sekarang saatnya masuk ke bagian paling praktis; bagaimana sebenarnya cara mengajukan Visa Schengen dari Indonesia?
Proses Pengajuan Visa Schengen
Saat Anda sedang menyiapkan dokumen dan menghitung anggaran biaya pengajuan visa, jangan abaikan salah satu komponen paling krusial dalam aplikasi Visa Schengen: asuransi perjalanan Anda. Banyak pemohon menganggap ini sebagai hal sepele, padahal faktanya, ini adalah salah satu dokumen pertama yang akan diperiksa oleh petugas visa. Asuransi Anda harus memenuhi kriteria tertentu—bukan sembarang polis bisa diterima. Polis tersebut wajib mencakup perlindungan medis darurat dan biaya repatriasi, dengan nilai minimum €30.000. Tanpa asuransi yang sesuai, bahkan aplikasi visa yang tampaknya lengkap bisa saja langsung ditolak.
Mari kita bahas lebih lanjut seperti apa asuransi perjalanan yang dibutuhkan, dan bagaimana Oona bisa membantu Anda memenuhinya dengan mudah.
1. Persiapan Dokumen
Paspor yang masih berlaku
Formulir aplikasi yang telah diisi
Foto ukuran paspor
Asuransi perjalanan
Bukti akomodasi
Bukti keuangan yang cukup
2. Prosedur Pengajuan
Tentukan jenis visa yang dibutuhkan (pariwisata, bisnis, kunjungan keluarga)
Ajukan permohonan di kedutaan atau konsulat negara Schengen pertama yang akan Anda kunjungi
Jadwalkan wawancara (jika diperlukan)
3. Waktu Proses dan Biaya
Proses pengajuan biasanya memakan waktu 15 hari kerja, tetapi bisa lebih lama selama periode sibuk
Biaya Visa Schengen biasanya sekitar €80 untuk orang dewasa, dengan diskon untuk anak-anak dan beberapa kategori pelancong lainnya
Setelah mengetahui alur dan biaya pengajuan visa, kini saatnya memastikan salah satu syarat terpenting tidak terlewat yaitu asuransi perjalanan internasional yang sesuai standar Schengen.
Persyaratan Asuransi Perjalanan
Salah satu dokumen terpenting dalam pengajuan visa Schengen adalah asuransi perjalanan internasional. Asuransi ini harus mencakup minimal €30.000 untuk biaya medis dan repatriasi.
Asuransi Oona menyediakan asuransi perjalanan internasional yang memenuhi persyaratan visa Schengen. Kamu dapat melihat pilihan produk asuransi perjalanan Oona di situs resmi kami.
Sudah siap mengajukan? Simak dulu beberapa tips penting berikut agar proses aplikasi berjalan mulus tanpa hambatan.
Tips dan Trik Mendapatkan Visa Schengen
Rencanakan jauh-jauh hari: Mulailah persiapan dan ajukan permohonan visa setidaknya 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan Anda.
Pastikan semua dokumen lengkap: Dokumen yang tidak lengkap dapat menyebabkan penundaan atau penolakan aplikasi.
Jujur dalam wawancara: Jawab pertanyaan dengan jujur dan sampaikan rencana perjalanan Anda secara jelas.
Dengan persiapan yang matang dan informasi yang tepat, peluang mendapatkan Visa Schengen akan jauh lebih besar. Berikut kesimpulan dari semua yang telah kita bahas.