Musim Bunga Sakura di Korea & Jepang: Kapan dan Di Mana Bisa Melihatnya?
Musim semi menjadi waktu paling dinanti untuk bepergian ke Jepang dan Korea, terutama karena hadirnya fenomena bunga sakura (cherry blossom) yang mekar hanya sekali setahun.
Banyak wisatawan Indonesia memanfaatkan momen ini untuk liburan yang penuh keindahan dan foto-foto menakjubkan. Namun, mewujudkan impian melihat sakura bukan sekadar soal beli tiket, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah waktu, salah tempat, atau malah kehilangan kesempatan sepenuhnya.
Tahukah Anda, menurut Japan National Tourism Organization (JNTO), jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang pada tahun 2024 diperkirakan melampaui 400.000 orang, berdasarkan data sementara yang dirilis melalui portal statistik resmi mereka.
Sementara itu, Korea Tourism Organization (KTO) melaporkan kunjungan wisatawan asal Indonesia ke Korea Selatan mencapai sekitar 300.000 orang di tahun yang sama. Musim semi menjadi periode paling populer untuk kunjungan ini, karena keindahan bunga sakura yang hanya mekar dalam waktu singkat setiap tahunnya.
Sebelum Anda memutuskan akan pergi ke Jepang atau Korea, penting untuk memahami bahwa meskipun keduanya memiliki bunga sakura yang memesona, cara menikmati hanami di masing-masing negara cukup berbeda.
Apa Perbedaan Hanami di Jepang dan Korea?
Meski sama-sama menampilkan keindahan bunga sakura, pengalaman hanami di Jepang dan Korea memiliki nuansa yang berbeda, baik dari segi budaya, suasana, hingga cara masyarakat setempat menikmatinya.
Mengetahui perbedaannya bisa membantu Anda memilih destinasi yang paling sesuai dengan preferensi perjalanan Anda.
1. Tradisi vs Festival
Jepang: Hanami di Jepang adalah tradisi kuno yang sudah dilakukan sejak era Heian. Biasanya dilakukan dengan piknik bersama keluarga, teman, atau rekan kerja di taman, duduk di atas tikar biru sambil makan bento, minum teh (atau sake), dan menikmati bunga sakura dengan tenang.
Korea: Di Korea, hanami lebih terasa sebagai perayaan modern. Banyak kota mengadakan festival sakura lengkap dengan panggung musik, bazar makanan, food truck, dan pencahayaan malam di sepanjang jalur sakura.
2. Suasana
Jepang: Lebih tenang, tertib, dan terasa kontemplatif. Anda akan melihat banyak orang diam, melamun, atau membaca buku di bawah pohon sakura.
Korea: Lebih hidup dan dinamis, cocok untuk Anda yang suka suasana ramai, foto-foto aesthetic, dan kulineran sambil menikmati suasana musim semi.
3. Lokasi Hanami
Jepang: Banyak spot hanami yang tersebar di kuil, taman kota, dan kastil bersejarah seperti Ueno Park (Tokyo), Maruyama Park (Kyoto), dan Hirosaki Castle.
Korea: Spot hanami sering berada di jalur sungai, taman kota, atau kawasan wisata seperti Yeouido Hangang Park (Seoul), Oncheoncheon Stream (Busan), dan Bomun Lake (Gyeongju).
4. Waktu Mekar
Jepang: Mekar dari pertengahan Maret hingga awal Mei, tergantung wilayah. Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto, puncaknya sekitar akhir Maret.
Korea: Biasanya sedikit lebih awal dari Jepang bagian tengah, dengan puncak mekar di Seoul sekitar akhir Maret hingga awal April. Jeju adalah yang paling awal.
Pilih yang Mana?
Jika Anda mencari ketenangan, budaya klasik, dan nuansa tradisional Jepang, hanami di Jepang adalah pilihan terbaik.
Jika Anda ingin suasana semarak, festival modern, dan pengalaman yang lebih sosial, hanami di Korea bisa jadi pilihan menarik.
Atau... kenapa tidak keduanya? Anda bisa menyusun itinerary lintas negara, misalnya awal Maret di Jeju – akhir Maret di Seoul – awal April di Kyoto – pertengahan April di Tokyo – akhir April di Sapporo untuk menikmati musim sakura penuh dari awal sampai akhir. Tinggal pastikan semuanya terlindungi dengan Asuransi Perjalanan Oona agar liburan Anda bebas khawatir.
Setelah mengetahui karakter hanami di dua negara tersebut, kini saatnya menentukan waktu terbaik untuk berangkat. Mari mulai dengan melihat jadwal mekar bunga sakura di Jepang.
Jadwal Mekar Sakura di Jepang
Sebelum memesan tiket atau hotel, penting untuk mengetahui perkiraan waktu mekar bunga sakura (cherry blossom forecast) yang setiap tahun dirilis oleh Japan Meteorological Corporation (JMC) dan Japan Weather Association (JWA). Karena bunga sakura di Jepang hanya mekar penuh selama sekitar 1–2 minggu, menentukan waktu perjalanan dengan tepat menjadi hal yang sangat penting agar Anda dapat menikmati puncak keindahannya.
Sudah siap menikmati sakura di Jepang? Pastikan Anda juga sudah memahami proses pengajuan visanya. Baca panduan lengkapnya di artikel cara mengurus visa Jepang untuk WNI agar perjalanan Anda lancar dan bebas repot.
Jadwal Mekar Sakura di Jepang (Tren Tahunan)
Kota
|
Area Popular Hanami
|
Perkiraan Mekar Awal
|
Mekar Penuh
|
|---|
Tokyo
|
Ueno, Shinjuku, Meguro
|
Sekitar 20–25 Maret
|
Akhir Maret
|
Kyoto
|
Maruyama Park, Philosopher’s Path
|
Sekitar 23–27 Maret
|
Awal April
|
Osaka
|
Osaka Castle Park, Kema Sakuranomiya
|
Sekitar 24–28 Maret
|
Awal April
|
Sapporo
|
Maruyama Park, Goryokaku
|
Akhir April
|
Awal Mei
|
Hiroshima
|
Hiroshima Peace Park, Shukkeien Garden
|
Sekitar 20–24 Maret
|
Akhir Maret
|
Catatan: Jadwal mekar di atas merupakan hasil pengamatan tren dari tahun ke tahun yang dirilis oleh Japan Meteorological Corporation (JMC) dan Japan Weather Association (JWA). Cuaca ekstrem, suhu tahunan, dan variasi iklim lokal dapat mempercepat atau memperlambat waktu mekarnya bunga sakura.
Tahu kapan sakura mekar itu penting, tapi tahu di mana Anda menginap bisa membuat pengalaman hanami jauh lebih menyenangkan. Berikut panduan lokasi menginap terbaik di Jepang saat musim sakura.
Rekomendasi Area Menginap Selama Musim Sakura di Jepang
Menentukan tempat menginap yang strategis akan sangat membantu Anda menikmati hanami tanpa harus berjam-jam di jalan atau kehilangan momen mekar terbaik. Berikut panduan area terbaik untuk menginap di kota-kota favorit saat musim sakura, lengkap dengan rekomendasi akomodasi untuk berbagai jenis traveler.
Tokyo – Ueno, Asakusa, Shinjuku