globeimage

ID

whitearrow

Baca 10 Menit

Kolesterol Tinggi di Usia Muda: Penyebabnya Cara Mencegah

Oona

Oona

Seorang pria muda Indonesia merasakan sakit kepala karena kolesterol

Kolesterol tinggi bukan hanya masalah usia paruh baya, tetapi juga bisa terjadi di usia muda tanpa gejala yang jelas. Penyebabnya beragam, mulai dari pola makan tinggi lemak jenuh dan trans, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, merokok, kondisi kesehatan tertentu, hingga faktor genetik. Menjaga pola makan, rutin bergerak, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Kolesterol Tinggi Bisa Terjadi di Usia Muda

Faktanya, kelompok usia muda di Indonesia juga menunjukkan kadar kolesterol yang perlu menjadi perhatian. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip GoodStats, sekitar 28% kasus kolesterol tinggi ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun, menjadikannya kelompok usia dengan angka tertinggi dalam data tersebut. Kelompok usia 25–34 tahun juga menunjukkan kadar kolesterol yang tinggi.
 

Tingginya kolesterol di usia muda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan tinggi lemak jenuh, konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga faktor genetik. Karena itu, menjaga kesehatan jantung sebaiknya tidak menunggu sampai usia bertambah. Membiasakan pola makan yang lebih sehat, aktif bergerak, serta memperhatikan faktor risiko sejak muda dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Lalu, apa saja penyebab kolesterol tinggi di usia muda dan bagaimana cara menjaganya? Simak penjelasannya berikut ini. 

Apa Itu Kolesterol?

Kolesterol adalah zat seperti lemak yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting, termasuk membantu pembentukan hormon dan sel. Tubuh dapat memproduksi kolesterol sendiri, sementara pola makan juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.
 

Saat melakukan pemeriksaan kolesterol, ada beberapa istilah yang biasanya muncul, yaitu LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total. LDL (low-density lipoprotein) sering disebut sebagai kolesterol “jahat”. Jika kadarnya terlalu tinggi, LDL dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Sementara itu, HDL (high-density lipoprotein) dikenal sebagai kolesterol “baik” karena membantu membawa kolesterol kembali ke hati untuk diproses dan dikeluarkan dari tubuh.
 

Ada pula trigliserida, yaitu jenis lemak dalam darah yang juga menjadi bagian dari pemeriksaan profil lipid. Hasil pemeriksaan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi serta faktor risiko masing-masing individu.

Penyebab Kolesterol Tinggi di Usia Muda

Kolesterol tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh usia. Kebiasaan sehari-hari, kondisi kesehatan, hingga faktor genetik dapat berperan dalam meningkatkan risikonya.

1. Pola Makan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL dalam darah.
 

Karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Batasi konsumsi makanan yang sangat diproses dan tinggi lemak tidak sehat, serta imbangi dengan sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein sesuai kebutuhan tubuh.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Rutinitas sehari-hari yang membuat seseorang lebih banyak duduk dan jarang bergerak dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kadar kolesterol yang tidak sehat.
 

Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik lainnya dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

3. Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Berat badan berlebih dan obesitas dapat berkaitan dengan kadar LDL dan trigliserida yang lebih tinggi serta kadar HDL yang lebih rendah.
 

Menjaga berat badan bukan sekadar mengejar angka tertentu pada timbangan. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan secara menyeluruh.

4. Faktor Keturunan

Tidak semua kasus kolesterol tinggi disebabkan oleh gaya hidup. Faktor genetik juga dapat berperan. Salah satunya adalah familial hypercholesterolemia (FH), yaitu kondisi genetik yang dapat menyebabkan kadar LDL sangat tinggi sejak usia muda.
 

Jika terdapat anggota keluarga yang memiliki kolesterol tinggi atau mengalami penyakit jantung pada usia relatif muda, informasi tersebut sebaiknya disampaikan kepada tenaga kesehatan saat melakukan pemeriksaan.

5. Kebiasaan Merokok

Merokok dapat berdampak buruk terhadap pembuluh darah dan memengaruhi kadar HDL. Kebiasaan ini juga merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.
 

Karena itu, tidak merokok serta menghindari paparan asap rokok merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

6. Kondisi Kesehatan Tertentu

Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes tipe 2 dan obesitas, juga dapat berkaitan dengan profil kolesterol yang tidak sehat.
 

Karena kondisi setiap orang berbeda, pemeriksaan dan evaluasi oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui faktor risiko serta langkah penanganan yang sesuai.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Perlu Diketahui

Hal penting yang perlu diketahui adalah kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Seseorang dapat merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa meskipun kadar kolesterol dalam darahnya tinggi.
 

Namun, ketika kadar kolesterol sangat tinggi atau telah berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah, terdapat beberapa tanda atau keluhan yang perlu diperhatikan:

1. Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman di Dada

Penumpukan plak dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah menuju jantung. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada (angina).

2. Nyeri pada Kaki Saat Beraktivitas

Penyempitan pembuluh darah juga dapat memengaruhi aliran darah menuju kaki. Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah nyeri atau kram pada kaki ketika berjalan atau melakukan aktivitas fisik.

3. Timbunan Lemak di Sekitar Kulit atau Mata

Pada orang dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi, terutama akibat kondisi genetik seperti familial hypercholesterolemia, dapat muncul timbunan kolesterol berupa benjolan pada kulit atau tendon (xanthoma) maupun di sekitar kelopak mata (xanthelasma).

4. Lingkaran di Sekitar Kornea Mata

Corneal arcus dapat terlihat sebagai lingkaran berwarna putih atau keabu-abuan di sekitar kornea. Jika muncul pada usia muda, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan lipid tertentu dan perlu dievaluasi lebih lanjut.
 

Perlu diingat bahwa tanda atau keluhan tersebut tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kolesterol tinggi secara mandiri. Karena kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan darah atau profil lipid tetap diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Apa Hubungan Kolesterol Tinggi dengan Serangan Jantung?

Salah satu alasan kadar kolesterol perlu diperhatikan sejak dini adalah kaitannya dengan kesehatan pembuluh darah dan jantung.
 

Ketika kadar LDL terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Seiring waktu, penumpukan ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis.
 

Jika plak tersebut pecah, tubuh dapat membentuk gumpalan darah di area tersebut. Ketika gumpalan menghambat aliran darah menuju otot jantung, kondisi ini dapat memicu serangan jantung.
 

Namun, penting dipahami bahwa memiliki kolesterol tinggi tidak berarti seseorang pasti akan mengalami serangan jantung. Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang perlu dilihat bersama faktor lainnya, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, berat badan, aktivitas fisik, usia, dan riwayat keluarga.
 

Karena itu, mengetahui kadar kolesterol dan faktor risiko sejak dini dapat membantu Anda mengambil langkah yang sesuai untuk menjaga kesehatan jantung.

Cara Menjaga Kolesterol dan Kesehatan Jantung Sejak Muda

Menjaga kadar kolesterol merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat mulai diterapkan:

Langkah

Yang Bisa Dilakukan

Kenapa Penting?

Pilih Pola Makan Yang Lebih Seimbang

Perbanyak sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein sesuai kebutuhan tubuh.

Pola makan seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung pengelolaan kadar kolesterol.

Batasi Lemak Jenuh Dan Hindari Lemak Trans

Perhatikan informasi nilai gizi dan cara pengolahan makanan. Batasi makanan tinggi lemak jenuh dan hindari lemak trans sebisa mungkin.

Konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL atau kolesterol “jahat”.

Tetap Aktif Bergerak

Lakukan aktivitas fisik secara rutin, seperti berjalan cepat, bersepeda, berenang, atau olahraga lain sesuai kemampuan.

Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan jantung, berat badan, serta profil kolesterol.

Jaga Berat Badan Sesuai Kondisi Tubuh

Terapkan pola makan dan aktivitas fisik yang realistis serta berkelanjutan. Jika diperlukan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Berat badan berlebih dapat berkaitan dengan kadar LDL dan trigliserida yang lebih tinggi serta HDL yang lebih rendah.

Hindari Merokok

Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.

Merokok dapat berdampak buruk pada pembuluh darah dan menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Perhatikan Riwayat Keluarga

Cari tahu apakah terdapat riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung pada usia muda dalam keluarga dan informasikan kepada tenaga kesehatan.

Faktor genetik dapat memengaruhi kadar kolesterol, termasuk kondisi seperti familial hypercholesterolemia (FH).

Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Lakukan pemeriksaan profil lipid yang mencakup LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi dan faktor risiko lebih dini.


Catatan:
Informasi di atas bersifat umum dan tidak menggantikan diagnosis, saran, atau penanganan dari tenaga kesehatan. Kondisi dan kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan dan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Kolesterol?

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan untuk mengetahui kadar kolesterol Anda. Pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui profil lipid sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenali faktor risiko penyakit jantung sejak dini.


Pemeriksaan kolesterol umumnya mencakup beberapa indikator, yaitu kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Hasilnya perlu dilihat secara menyeluruh karena setiap indikator memberikan informasi yang berbeda mengenai kondisi lemak dalam darah.


Pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan sebagai bagian dari medical check-up atau sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika Anda memiliki faktor risiko seperti:
 

  • Riwayat keluarga, terutama jika terdapat anggota keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung pada usia relatif muda.
     

  • Berat badan berlebih atau obesitas, yang dapat berkaitan dengan perubahan kadar LDL, HDL, dan trigliserida.
     

  • Diabetes, yang juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
     

  • Kebiasaan merokok, karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan pembuluh darah dan jantung.
     

  • Pola hidup kurang aktif, terutama jika sebagian besar aktivitas sehari-hari dilakukan dengan duduk dan minim aktivitas fisik.
     

  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL.
     

  • Faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, seperti tekanan darah tinggi atau riwayat penyakit jantung.
     

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol yang perlu diperhatikan, jangan melakukan diagnosis atau menentukan penanganan sendiri. Tenaga kesehatan dapat membantu mengevaluasi hasil pemeriksaan bersama faktor risiko lainnya dan menentukan apakah diperlukan perubahan gaya hidup, pemeriksaan lanjutan, atau penanganan medis.
 

Mengetahui kadar kolesterol sejak dini bukan hanya tentang menjaga angka pada hasil pemeriksaan. Mengelola kolesterol juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung.

Jaga Kesehatan Jantung dan Persiapkan Perlindungan Finansial

Kolesterol tinggi merupakan salah satu dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, menjaga pola makan, tetap aktif bergerak, tidak merokok, mengelola faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.
 

Namun, tidak semua faktor risiko dapat dikendalikan sepenuhnya. Faktor usia, kondisi kesehatan tertentu, hingga riwayat keluarga juga dapat berperan. Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mengelola risiko, tetapi tidak berarti risiko serangan jantung dapat dihilangkan sepenuhnya.
 

Selain berdampak pada kesehatan, serangan jantung juga dapat membawa konsekuensi finansial. Masa perawatan dan pemulihan dapat menimbulkan kebutuhan tambahan sekaligus berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kemampuan seseorang untuk bekerja.
 

Karena itu, selain melakukan upaya pencegahan dan menjaga kesehatan jantung sejak dini, mempersiapkan perlindungan finansial juga dapat menjadi bagian dari langkah menghadapi risiko serangan jantung yang tidak terduga.
 

Asuransi Serangan Jantung Oona memberikan santunan tunai apabila tertanggung mengalami kondisi serangan jantung yang memenuhi definisi dan ketentuan polis. Santunan tersebut dapat membantu memberikan dukungan finansial sehingga Anda dapat lebih fokus pada proses pemulihan. Menjaga kesehatan adalah langkah pertama. Melengkapi diri dengan perlindungan finansial dapat menjadi langkah berikutnya agar Anda dan keluarga lebih siap menghadapi risiko serangan jantung.
 

Pastikan Anda membaca dan memahami manfaat, syarat, ketentuan, masa tunggu, serta pengecualian polis sebelum membeli produk.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kolesterol tinggi memiliki gejala?

Answer
Sering kali tidak. Banyak orang dengan kolesterol tinggi tidak mengalami gejala yang jelas. Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol secara lebih akurat.
Questions
Apakah kolesterol tinggi memiliki gejala?
Sequence Id
2
Tags

Kapan sebaiknya memeriksakan kolesterol?

Answer
Pemeriksaan dapat dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesehatan berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi, penyakit jantung pada usia muda, atau faktor risiko lainnya, diskusikan kebutuhan pemeriksaan dengan tenaga kesehatan.
Questions
Kapan sebaiknya memeriksakan kolesterol?
Sequence Id
6
Tags

Apakah kolesterol tinggi bisa terjadi di usia muda?

Answer
Ya. Kolesterol tinggi dapat terjadi pada usia muda. Pola makan, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, kondisi kesehatan tertentu, dan faktor genetik dapat memengaruhi kadarnya.
Questions
Apakah kolesterol tinggi bisa terjadi di usia muda?
Sequence Id
1
Tags

Apakah kolesterol tinggi bisa menyebabkan serangan jantung?

Answer
Kolesterol tinggi, terutama kadar LDL yang tinggi, dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak pada pembuluh darah. Penumpukan plak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Namun, kolesterol bukan satu-satunya faktor risiko dan memiliki kolesterol tinggi tidak berarti seseorang pasti akan mengalami serangan jantung.
Questions
Apakah kolesterol tinggi bisa menyebabkan serangan jantung?
Sequence Id
4
Tags

Bagaimana cara menjaga kolesterol agar tetap sehat?

Answer
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menerapkan pola makan seimbang, membatasi lemak jenuh dan menghindari lemak trans, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Questions
Bagaimana cara menjaga kolesterol agar tetap sehat?
Sequence Id
5
Tags

Apakah orang kurus bisa memiliki kolesterol tinggi?

Answer
Bisa. Berat badan hanya salah satu faktor yang berkaitan dengan kadar kolesterol. Pola makan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan faktor genetik juga dapat berperan.
Questions
Apakah orang kurus bisa memiliki kolesterol tinggi?
Sequence Id
3
Tags

Usia Muda Bukan Alasan Mengabaikan Kolesterol

Cek Harga Gratis