Baca 6 Menit

Jantung Berdebar Tiba-Tiba, Apakah Berbahaya? Kenali Penyebab dan Kapan Harus Diperiksa

Oona

Oona

Pria Indonesia sedang memeriksa keadaan detak jantungnya

Jantung berdebar tiba-tiba dapat membuat khawatir, terutama saat muncul ketika duduk, beristirahat, atau melakukan aktivitas ringan. Sensasinya dapat terasa seperti detak jantung terlalu cepat, keras, bergetar, atau melewatkan satu detak. Kondisi ini sering dipicu stres, kurang tidur, olahraga, kafein, alkohol, nikotin, atau obat tertentu. Namun, palpitasi juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung. Kenali penyebab, tanda yang perlu diwaspadai, dan kapan perlu diperiksa.

Apa Itu Jantung Berdebar Tiba-Tiba?

Jantung berdebar atau palpitasi adalah sensasi ketika detak jantung terasa lebih kuat, cepat, berdebar, bergetar, tidak teratur, atau seperti ada detak yang terlewat. Sensasi ini dapat dirasakan di dada, leher, atau tenggorokan dan dapat berlangsung selama beberapa detik, beberapa menit, atau lebih lama. Palpitasi juga cukup umum. Cleveland Clinic mencatat bahwa dalam salah satu studi, 16% orang yang mengunjungi dokter layanan primer datang karena mengalami palpitasi.
 

Palpitasi dapat terjadi saat seseorang sedang beraktivitas maupun ketika beristirahat. Dalam banyak kasus, jantung berdebar tidak berbahaya dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit jantung. Namun, palpitasi yang terus berulang, semakin sering atau memburuk, terutama jika disertai gejala lain, perlu diperhatikan karena terkadang dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau kondisi medis tertentu.
 

Karena penyebabnya beragam, jantung berdebar tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami serangan jantung. Untuk membantu dokter mengetahui penyebabnya, catat kapan keluhan muncul, berapa lama berlangsung, apa yang sedang dilakukan saat gejala muncul, serta gejala lain yang menyertainya. Jika jantung berdebar disertai nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas berat, pusing berat, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.

Apa Penyebab Jantung Berdebar Tiba-Tiba?

Jantung berdebar tiba-tiba dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari respons tubuh terhadap stres dan aktivitas fisik hingga konsumsi zat tertentu, perubahan hormon, obat-obatan, maupun kondisi medis. Dalam banyak kasus, penyebabnya tidak berbahaya. Namun, palpitasi yang berulang, semakin sering, atau disertai gejala lain perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kondisi tertentu.

1. Stres, Cemas, atau Panik

Stres, rasa cemas, takut, atau episode panik dapat memicu respons tubuh yang meningkatkan denyut jantung sehingga detaknya terasa lebih cepat atau kuat. Palpitasi juga termasuk salah satu gejala yang dapat muncul saat seseorang mengalami serangan panik.

2. Kafein, Nikotin, dan Alkohol

Kafein, nikotin, dan alkohol dapat memicu jantung berdebar pada sebagian orang. Kafein dan nikotin termasuk zat stimulan yang dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, sementara konsumsi alkohol juga dapat memengaruhi irama jantung. Respons setiap orang berbeda, sehingga perhatikan apakah keluhan muncul setelah mengonsumsi kopi, teh, minuman energi, alkohol, atau produk yang mengandung nikotin.

3. Kurang Tidur, Kelelahan, atau Aktivitas Berat

Kurang tidur dan kelelahan dapat menjadi faktor yang berhubungan dengan perubahan denyut atau irama jantung, terutama ketika tubuh berada dalam kondisi stres atau kelelahan. Aktivitas fisik yang berat juga dapat membuat detak jantung meningkat dan terasa lebih kuat. Palpitasi yang muncul setelah aktivitas umumnya dapat mereda ketika tubuh kembali beristirahat, tetapi keluhan yang berulang atau semakin mengganggu tetap perlu diperiksa.

4. Obat atau Suplemen Tertentu

Beberapa obat dan suplemen dapat memengaruhi denyut atau irama jantung. Contohnya termasuk obat flu dan dekongestan tertentu yang mengandung pseudoephedrine, beberapa obat asma, serta suplemen atau produk yang mengandung zat stimulan. Karena itu, beri tahu dokter mengenai semua obat, vitamin, dan suplemen yang sedang digunakan, terutama jika palpitasi mulai muncul setelah penggunaan produk tertentu.

5. Dehidrasi, Demam, atau Kondisi Medis Tertentu

Jantung berdebar juga dapat muncul ketika tubuh mengalami dehidrasi, demam, anemia, perubahan kadar gula atau elektrolit, maupun gangguan tiroid. Elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium berperan dalam penghantaran sinyal listrik jantung. Ketidakseimbangan elektrolit dapat mengganggu irama jantung dan memicu sensasi berdebar.

6. Gangguan Irama Jantung

Aritmia atau gangguan irama jantung terjadi ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini dapat menimbulkan palpitasi, meskipun tidak semua jantung berdebar disebabkan oleh aritmia. Beberapa jenis aritmia dapat disertai pusing, sesak napas, nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, hingga pingsan.

7. Perubahan Hormonal

Perubahan kadar hormon juga dapat memicu sensasi jantung berdebar pada sebagian orang. Kondisi ini dapat terjadi selama menstruasi, kehamilan, maupun menopause. Saat hamil, misalnya, peningkatan volume darah dan perubahan yang terjadi pada tubuh dapat membuat palpitasi lebih sering dirasakan dan umumnya tidak berbahaya. Namun, keluhan yang baru muncul, semakin sering, atau terasa berat tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
 

Jika jantung berdebar hanya muncul sesekali dan memiliki pemicu yang jelas, keluhan sering kali dapat membaik setelah pemicunya dikurangi. Namun, bila palpitasi terus berulang, semakin sering, atau tidak diketahui pemicunya, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebabnya.

Kapan Jantung Berdebar Perlu Diperiksa?

Tidak semua jantung berdebar memerlukan pemeriksaan darurat. Palpitasi yang muncul sesekali dan memiliki pemicu yang jelas, seperti olahraga, stres, atau konsumsi kafein, sering kali dapat dipantau setelah pemicunya dihentikan. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan jika keluhan berulang, semakin sering, berlangsung lebih lama dari biasanya, mengganggu aktivitas, atau muncul tanpa pemicu yang jelas. Pemeriksaan juga penting jika seseorang memiliki riwayat penyakit jantung atau keluarga dengan riwayat gangguan irama jantung. 

Situasi

Yang Mungkin Terjadi

Yang Perlu Dilakukan

Setelah Olahraga

Denyut jantung meningkat secara alami selama aktivitas dan dapat terasa lebih kuat

Istirahat dan perhatikan apakah detak jantung kembali normal. Jika palpitasi menetap atau disertai nyeri dada, sesak, pusing, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.

Setelah Kopi atau Minuman Energi

Kafein dapat memicu palpitasi pada sebagian orang

Perhatikan pola keluhan dan pertimbangkan untuk mengurangi atau menghindari pemicunya.

Saat Stres atau Panik

Respons tubuh terhadap stres dapat meningkatkan denyut jantung dan menimbulkan sensasi berdebar

Cobalah menenangkan diri dan perhatikan apakah keluhan membaik setelah situasi pemicu berlalu.

Berulang Tanpa Pemicu yang Jelas

Dapat memerlukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya, termasuk kemungkinan gangguan irama jantung

Jadwalkan konsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama jika keluhan semakin sering atau berlangsung lebih lama.

Disertai Nyeri atau Tekanan di Dada, Sesak Napas, Pusing Berat, atau Pingsan

Dapat menjadi tanda kondisi yang membutuhkan penanganan segera

Cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya.


Catatan:
Kondisi setiap orang dapat berbeda. Jika jantung berdebar terus berulang, semakin sering, atau disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau pingsan, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jika gejala terasa berat atau muncul secara tiba-tiba, segera cari pertolongan medis.

Tanda Jantung Berdebar yang Memerlukan Pertolongan Darurat

Segera cari pertolongan medis darurat jika jantung berdebar disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas berat, pingsan atau hampir pingsan, maupun pusing berat. Jangan mencoba memastikan sendiri penyebabnya ketika gejala terasa berat atau memburuk dengan cepat.


Palpitasi yang disertai gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau kondisi lain yang membutuhkan penilaian segera. Jika gejala sedang terjadi dan terasa berat, hubungi layanan darurat setempat atau segera menuju fasilitas kesehatan terdekat.


Jika episode sudah berhenti tetapi sebelumnya disertai nyeri dada, sesak napas, pingsan, atau gejala berat lainnya, tetap dapatkan evaluasi medis segera untuk menentukan penyebab dan langkah selanjutnya.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Jantung Berdebar

Dokter biasanya akan menanyakan pola gejala, riwayat kesehatan, obat dan suplemen yang dikonsumsi, konsumsi kafein atau alkohol, serta situasi ketika palpitasi terjadi. Pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram (EKG/ECG) dapat dilakukan untuk menilai aktivitas listrik jantung.


Jika palpitasi tidak muncul saat pemeriksaan, dokter dapat mempertimbangkan pemantauan irama jantung menggunakan alat seperti Holter monitor. Pemeriksaan lain, seperti tes darah atau ekokardiogram, dapat dilakukan sesuai dugaan penyebab dan kondisi pasien.

Perbedaan Jantung Berdebar dan Serangan Jantung

Jantung berdebar tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami serangan jantung. Palpitasi merupakan sensasi terhadap detak jantung, sedangkan serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke bagian otot jantung terganggu atau terhambat.


Palpitasi dapat terjadi tanpa serangan jantung. Namun, jika jantung berdebar disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, keringat dingin, pusing berat, atau pingsan, segera cari pertolongan medis karena gejala tersebut dapat membutuhkan evaluasi segera.


Gejala dapat berbeda pada setiap orang dan dapat menyerupai kondisi lain. Karena itu, jangan menggunakan informasi dalam artikel ini untuk menentukan diagnosis sendiri. Jika muncul gejala yang terasa berat atau mengancam nyawa, segera cari pertolongan medis.

Memahami Jantung Berdebar dan Melindungi Segala Risiko yang Memungkinkan

Jantung berdebar tiba-tiba atau palpitasi sering kali tidak berbahaya dan dapat dipicu oleh stres, kurang tidur, aktivitas fisik, kafein, nikotin, alkohol, atau faktor lainnya. Namun, palpitasi juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung maupun kondisi medis tertentu.


Karena itu, perhatikan bukan hanya sensasi berdebarnya, tetapi juga kapan keluhan muncul, seberapa sering terjadi, berapa lama berlangsung, apa yang mungkin menjadi pemicu, dan apakah terdapat gejala lain yang menyertainya. Jika palpitasi berulang atau semakin sering, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Sementara itu, palpitasi yang disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, pingsan, atau pusing berat memerlukan pertolongan medis segera.


Mencatat setiap episode palpitasi dapat membantu dokter memahami pola keluhan dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan seperti EKG, pemantauan irama jantung, atau pemeriksaan lainnya. Ingat, informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun saran medis. Jika sedang mengalami gejala berat atau kondisi memburuk dengan cepat, segera cari pertolongan medis.


Di sisi lain, menjaga kesehatan juga dapat disertai dengan mempersiapkan perlindungan finansial untuk menghadapi risiko kondisi serius. Asuransi Serangan Jantung Oona dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan yang dipertimbangkan untuk membantu memberikan dukungan finansial ketika menghadapi kondisi yang ditanggung polis.


Oona menyediakan pilihan perlindungan untuk kondisi seperti serangan jantung, dengan pilihan perlindungan individual maupun gabungan dengan perlindungan penyakit kritis lainnya, seperti kanker dan stroke. Pada produk penyakit kritis individual, tersedia pilihan nilai pertanggungan hingga Rp100 juta, dengan manfaat yang dapat mencakup pembayaran tunai sekaligus ketika kondisi yang ditanggung terdiagnosis sesuai definisi polis.


Manfaat, definisi medis, pengecualian, dan persyaratan klaim mengikuti produk serta polis yang berlaku. Asuransi Serangan Jantung  bukan pengganti pemeriksaan atau pengobatan, tetapi dapat menjadi bagian dari persiapan finansial untuk menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga. Sebelum memilih perlindungan, pastikan memahami manfaat dan ketentuan polis yang berlaku.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa penyebab jantung berdebar saat istirahat?

Answer
Palpitasi saat istirahat dapat dipicu stres atau kecemasan, kafein, nikotin, alkohol, kurang tidur, obat tertentu, perubahan hormon, atau kondisi medis seperti gangguan tiroid dan aritmia. Penyebab pastinya perlu dinilai berdasarkan kondisi masing-masing.
Questions
Apa penyebab jantung berdebar saat istirahat?
Sequence Id
4
Tags

Apakah kopi bisa menyebabkan jantung berdebar?

Answer
Ya, kafein dapat menjadi pemicu palpitasi pada sebagian orang. Jika Anda menyadari keluhan muncul setelah minum kopi atau minuman berkafein, coba catat polanya dan pertimbangkan mengurangi pemicu tersebut.
Questions
Apakah kopi bisa menyebabkan jantung berdebar?
Sequence Id
5
Tags

Apakah jantung berdebar tiba-tiba selalu berbahaya?

Answer
Tidak selalu. Palpitasi sering kali dipicu stres, olahraga, kurang tidur, kafein, alkohol, nikotin, atau faktor lain dan dapat berlangsung singkat. Namun, palpitasi yang berulang, semakin sering, atau disertai gejala lain perlu diperiksa.
Questions
Apakah jantung berdebar tiba-tiba selalu berbahaya?
Sequence Id
1
Tags

Kapan jantung berdebar harus segera ke IGD?

Answer
Cari pertolongan medis darurat jika palpitasi disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas berat, pingsan atau hampir pingsan, atau pusing berat.
Questions
Kapan jantung berdebar harus segera ke IGD?
Sequence Id
2
Tags

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk jantung berdebar?

Answer
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan EKG. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pemantauan irama jantung seperti Holter monitor, tes darah, ekokardiogram, atau pemeriksaan lain sesuai dugaan penyebab.
Questions
Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk jantung berdebar?
Sequence Id
6
Tags

Apa manfaat Asuransi Penyakit Kritis Oona?

Answer
Oona menyediakan pilihan perlindungan penyakit kritis, termasuk serangan jantung, stroke, dan kanker. Manfaat dibayarkan sesuai kondisi yang ditanggung, definisi, nilai pertanggungan, pengecualian, dan ketentuan polis yang berlaku.
Questions
Apa manfaat Asuransi Penyakit Kritis Oona?
Sequence Id
8
Tags

Apakah jantung berdebar karena cemas?

Answer
Bisa. Stres, kecemasan, atau panik dapat meningkatkan denyut jantung dan membuat detaknya terasa lebih kuat. Namun, jangan langsung menganggap semua palpitasi disebabkan kecemasan, terutama jika keluhan sering berulang atau disertai gejala lain.
Questions
Apakah jantung berdebar karena cemas?
Sequence Id
3
Tags

Apakah jantung berdebar sama dengan serangan jantung?

Answer
Tidak. Palpitasi adalah sensasi terhadap detak jantung, sedangkan serangan jantung berkaitan dengan terganggunya aliran darah ke otot jantung. Namun, palpitasi yang disertai nyeri atau tekanan dada, sesak napas, pusing berat, atau pingsan membutuhkan pertolongan segera.
Questions
Apakah jantung berdebar sama dengan serangan jantung?
Sequence Id
7
Tags

Kenali Penyebabnya Jantung Berdebar

Cek Harga Gratis