Liburan Murah Saat High Season agar Budget Tetap Terkendali
Perjalanan wisata di Indonesia tetap menunjukkan aktivitas yang tinggi, terutama pada periode liburan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 105,98 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Desember 2025, meningkat 4,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingginya mobilitas wisatawan pada periode liburan ini turut membuat persaingan terhadap tiket transportasi, akomodasi, dan berbagai kebutuhan perjalanan menjadi lebih tinggi.
Kondisi tersebut sering ditemui saat high season, yaitu periode ketika permintaan perjalanan meningkat karena banyak orang bepergian pada waktu yang sama. Libur sekolah, Lebaran, Natal dan Tahun Baru, long weekend, serta periode liburan tertentu merupakan beberapa waktu yang dapat menjadi high season.
Bukan berarti Anda harus membatalkan rencana liburan. Namun, perjalanan saat high season membutuhkan perencanaan yang lebih matang agar pengeluaran tetap sesuai anggaran. Harga dan ketersediaan tiket, hotel, transportasi, hingga aktivitas wisata dapat berubah mengikuti permintaan dan ketersediaan.
Mulai dari menentukan budget, memesan tiket dan hotel lebih awal, memilih tanggal yang fleksibel, membandingkan harga, hingga mempertimbangkan destinasi alternatif, ada berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga biaya perjalanan tetap terkendali. Dengan persiapan yang tepat, Anda tetap dapat menikmati liburan saat high season tanpa mengabaikan kenyamanan dan kebutuhan perjalanan.
Apa Itu High Season dalam Perjalanan?
High season adalah periode ketika aktivitas perjalanan meningkat karena banyak orang bepergian pada waktu yang relatif bersamaan. Periode ini umumnya berkaitan dengan liburan sekolah, hari raya, libur nasional, long weekend, atau musim tertentu yang populer di suatu destinasi. Beberapa periode yang sering menjadi high season antara lain:
Liburan sekolah
Libur Lebaran
Natal dan Tahun Baru
Long weekend
Libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan
Musim liburan tertentu di destinasi wisata
Periode tertentu yang populer untuk wisata domestik maupun internasional
Namun, high season tidak selalu terjadi pada waktu yang sama di setiap destinasi. Sebuah kota dapat ramai ketika ada festival atau acara tertentu, sementara destinasi lain justru memiliki puncak kunjungan pada musim yang berbeda. Karena itu, sebelum menentukan tanggal perjalanan, cari tahu terlebih dahulu kapan periode ramai di destinasi yang dituju. Informasi mengenai musim liburan, acara lokal, kondisi cuaca, dan kalender hari libur dapat membantu menentukan waktu perjalanan dengan lebih tepat.
Kenapa Liburan Saat High Season Bisa Lebih Mahal?
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi biaya perjalanan adalah permintaan dan ketersediaan. Ketika banyak wisatawan mencari tiket atau kamar pada periode yang sama, pilihan dengan harga dan fasilitas tertentu dapat lebih cepat habis.
1. Harga Tiket Transportasi Dapat Berubah
Harga tiket pesawat, kereta, bus, maupun transportasi lainnya dapat berbeda berdasarkan tanggal perjalanan, rute, waktu pemesanan, dan ketersediaan. Karena itu, jangan hanya melihat harga pada satu tanggal. Jika jadwal memungkinkan, bandingkan beberapa tanggal keberangkatan dan kepulangan untuk menemukan pilihan yang sesuai dengan budget.
2. Hotel Lebih Cepat Penuh
Akomodasi di destinasi populer dapat mengalami peningkatan pemesanan selama periode liburan. Kamar dengan harga lebih rendah atau lokasi strategis juga dapat lebih cepat tersedia dalam jumlah terbatas. Selain tarif kamar, perhatikan biaya lain seperti pajak, sarapan, parkir, biaya tambahan tamu, serta kebijakan pembatalan.
3. Tempat Wisata Lebih Ramai
High season bukan hanya berkaitan dengan harga. Jumlah pengunjung yang lebih banyak dapat membuat antrean lebih panjang, waktu tempuh lebih lama, dan beberapa atraksi memerlukan reservasi lebih awal. Kondisi ini juga dapat memengaruhi budget karena Anda mungkin perlu mengalokasikan biaya tambahan untuk transportasi atau memilih jam kunjungan tertentu.
4. Biaya Transportasi Lokal Bisa Bertambah
Ketika itinerary terlalu padat, Anda mungkin lebih sering menggunakan taksi, ride-hailing, atau kendaraan pribadi dibandingkan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum. Karena itu, biaya transportasi lokal sebaiknya sudah dimasukkan dalam perencanaan budget, bukan hanya tiket perjalanan pergi-pulang.
5. Biaya Tambahan Lebih Mudah Terlewatkan
Biaya perjalanan tidak berhenti pada tiket dan hotel. Bagasi, parkir, tiket masuk, makanan, biaya transportasi dari bandara, hingga biaya administrasi tertentu dapat menambah total pengeluaran. Dengan menghitung biaya berdasarkan total cost, bukan hanya harga awal, Anda dapat membandingkan pilihan perjalanan secara lebih akurat.
Tips & Trik Liburan Murah Saat High Season
Liburan saat high season membutuhkan perencanaan yang lebih matang karena banyak orang bepergian pada periode yang sama. Selain harga tiket dan akomodasi, pengeluaran untuk makanan, transportasi lokal, hingga aktivitas wisata juga perlu diperhitungkan sejak awal.
Dengan menentukan prioritas dan membandingkan berbagai pilihan, Anda dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan budget yang tersedia. Berikut beberapa tips yang dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali selama liburan saat high season.
1. Tentukan Budget Maksimal Sejak Awal
Sebelum memesan tiket atau hotel, tentukan jumlah maksimal yang ingin dikeluarkan. Kemudian bagi budget tersebut ke beberapa kategori:
Transportasi
Akomodasi
Makanan
Transportasi lokal
Aktivitas wisata
Belanja
Dana cadangan
Asuransi perjalanan
Cara ini membantu Anda mengetahui berapa banyak uang yang masih tersedia sebelum mengambil keputusan tambahan selama perjalanan.
2. Pesan Tiket dan Hotel Lebih Awal
Jika tanggal perjalanan sudah pasti, mulai mencari tiket dan akomodasi lebih awal. Tujuannya bukan menjamin harga paling murah, tetapi memberikan lebih banyak pilihan dari sisi harga, jadwal, lokasi, dan fasilitas. Jangan hanya membandingkan harga kamar. Perhatikan juga fasilitas yang termasuk, biaya tambahan, serta kebijakan perubahan dan pembatalan.
3. Fleksibel Memilih Tanggal
Jika jadwal memungkinkan, bandingkan tanggal keberangkatan dan kepulangan yang berbeda. Perjalanan yang bergeser satu atau dua hari dari tanggal paling ramai dapat memberikan pilihan yang berbeda. Anda juga dapat membandingkan keberangkatan pagi, siang, atau malam untuk melihat perbedaan harga dan kenyamanan.
4. Bandingkan Harga Sebelum Booking
Jangan langsung memilih pilihan pertama yang ditemukan. Bandingkan beberapa alternatif dengan mempertimbangkan:
Harga yang terlihat paling murah belum tentu menghasilkan biaya perjalanan paling rendah setelah seluruh komponen dihitung.
5. Pilih Destinasi Alternatif
Jika destinasi utama terlalu ramai atau pilihan akomodasinya sudah terbatas, pertimbangkan destinasi alternatif di sekitar kawasan tersebut. Misalnya, daripada menginap tepat di pusat destinasi, Anda dapat mempertimbangkan kawasan di sekitarnya selama akses transportasinya tetap mudah.
6. Pilih Hotel Berdasarkan Lokasi, Bukan Hanya Harga
Hotel dengan harga kamar lebih murah belum tentu lebih hemat jika lokasinya jauh dari sebagian besar itinerary. Hitung juga estimasi biaya transportasi dari hotel menuju tempat wisata. Dalam beberapa kondisi, membayar sedikit lebih mahal untuk lokasi yang strategis dapat mengurangi biaya dan waktu perjalanan.
7. Manfaatkan Promo dan Cashback Secara Bijak
Promo, cashback, diskon kartu pembayaran, dan program loyalitas dapat membantu mengurangi biaya. Namun, jangan menjadikan promo sebagai alasan untuk membeli layanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Periksa harga akhir setelah promo, termasuk biaya administrasi dan ketentuan penggunaan.
8. Buat Itinerary yang Efisien
Susun destinasi berdasarkan lokasi agar tidak terlalu sering berpindah kawasan. Misalnya, kelompokkan beberapa tempat wisata yang berada dalam area yang sama pada satu hari. Cara ini dapat membantu menghemat waktu sekaligus mengurangi biaya transportasi.
9. Cari Aktivitas Gratis atau Berbiaya Rendah
Tidak semua aktivitas liburan harus berbayar. Taman kota, area publik, kawasan pejalan kaki, museum tertentu, atau ruang terbuka dapat menjadi alternatif aktivitas dengan biaya lebih rendah. Namun, selalu periksa jam buka, aturan kunjungan, dan apakah diperlukan reservasi.
10. Atur Budget Makan
Tentukan perkiraan budget makan per hari sebelum berangkat. Cari tahu kisaran harga makanan di destinasi agar estimasi tersebut realistis. Anda juga dapat mengombinasikan restoran dengan kuliner lokal atau pilihan makanan dengan harga lebih terjangkau.
11. Gunakan Transportasi Umum Jika Memungkinkan
Bandingkan biaya transportasi umum, ride-hailing, taksi, rental kendaraan, shuttle, dan berjalan kaki.
Jangan hanya mempertimbangkan harga. Waktu tempuh, jarak, jumlah orang yang bepergian, serta kenyamanan juga perlu diperhitungkan.
12. Hindari Belanja Impulsif
Tetapkan budget khusus untuk oleh-oleh dan belanja pribadi. Jika bepergian bersama keluarga, Anda juga dapat membuat daftar kebutuhan yang memang ingin dibeli sebelum berangkat. Mencatat pengeluaran selama perjalanan dapat membantu mengetahui apakah budget masih sesuai rencana.
Checklist Liburan Hemat Saat High Season
Kategori
|
Yang Perlu Dipersiapkan
|
Hal yang Perlu Diperhatikan
|
|---|
Budget
|
Anggaran perjalanan
|
Tentukan batas maksimal pengeluaran
|
Tiket
|
Transportasi pergi-pulang
|
Bandingkan harga dan jadwal
|
Akomodasi
|
Hotel atau penginapan
|
Perhatikan lokasi dan biaya tambahan
|
Itinerary
|
Daftar destinasi
|
Kelompokkan lokasi yang berdekatan
|
Makanan
|
Budget makan harian
|
Cari kisaran harga sebelum berangkat
|
Transportasi
|
Transportasi lokal
|
Bandingkan biaya, waktu, dan kenyamanan
|
Aktivitas
|
Tiket wisata
|
Cari promo atau aktivitas gratis
|
Pembayaran
|
Uang tunai dan pembayaran digital
|
Siapkan lebih dari satu metode
|
Dokumen
|
KTP, paspor, tiket, booking
|
Pastikan data sesuai
|
Asuransi
|
Asuransi perjalanan
|
Periksa manfaat dan ketentuan polis
|
Dana Darurat
|
Dana cadangan
|
Pisahkan dari budget utama
|
Ponsel
|
Charger dan power bank
|
Pastikan baterai cukup untuk navigasi
|
Cuaca
|
Prakiraan cuaca
|
Sesuaikan pakaian dan itinerary
|
Catatan: Checklist di atas dapat disesuaikan dengan destinasi, durasi perjalanan, jumlah orang, dan kebutuhan masing-masing wisatawan. Tidak semua persiapan harus memiliki biaya tambahan, tetapi setiap komponen sebaiknya diperhitungkan sejak awal agar tidak mengganggu budget utama selama perjalanan.
Cara Membuat Budget Liburan Saat High Season
Membuat budget perjalanan sebaiknya tidak hanya berfokus pada harga tiket dan hotel. Gunakan perkiraan total biaya perjalanan agar tidak ada pengeluaran penting yang terlewat.
1. Transportasi
Masukkan tiket pergi-pulang serta transportasi selama berada di destinasi.
2. Akomodasi
Hitung biaya hotel berdasarkan total harga, termasuk pajak, biaya tambahan, sarapan, parkir, atau fasilitas lain yang tidak termasuk dalam tarif kamar.
3. Makanan
Tentukan estimasi budget makan per hari, kemudian kalikan dengan jumlah hari perjalanan.
4. Aktivitas
Masukkan tiket masuk tempat wisata, tur, pertunjukan, atau aktivitas berbayar lainnya.
5. Belanja
Tentukan batas khusus untuk oleh-oleh dan kebutuhan pribadi agar pengeluaran tidak mengambil porsi terlalu besar dari budget utama.
6. Dana Darurat
Sisihkan dana yang tidak direncanakan untuk pengeluaran perjalanan yang tidak terduga. Dana cadangan sebaiknya dipisahkan dari budget aktivitas agar tidak ikut terpakai.
7. Asuransi Perjalanan
Jika memilih menggunakan asuransi perjalanan, masukkan preminya ke dalam perencanaan budget. Pastikan Anda memahami manfaat, batas pertanggungan, pengecualian, serta ketentuan polis sebelum membeli.
Contoh Budget Liburan High Season
Sebagai gambaran, misalnya Anda memiliki budget Rp5.000.000 untuk perjalanan selama 3 hari 2 malam.
Kebutuhan
|
Contoh Alokasi
|
|---|
Transportasi
|
Rp1.500.000
|
Hotel
|
Rp1.200.000
|
Makanan
|
Rp750.000
|
Transportasi lokal
|
Rp400.000
|
Aktivitas wisata
|
Rp400.000
|
Belanja
|
Rp300.000
|
Dana cadangan
|
Rp450.000
|
Total
|
Rp5.000.000
|
Catatan: Contoh alokasi budget tersebut hanya sebagai gambaran dan bukan patokan biaya perjalanan. Besarnya pengeluaran dapat berbeda berdasarkan destinasi, jumlah wisatawan, durasi perjalanan, pilihan transportasi, akomodasi, dan aktivitas yang dilakukan.
Yang penting, tentukan batas pengeluaran sebelum perjalanan dimulai dan pantau pengeluaran selama perjalanan. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui lebih cepat jika ada kategori yang mulai melebihi anggaran.
Tips Menghemat Saat Liburan Bersama Keluarga
Liburan bersama keluarga membutuhkan perencanaan budget yang sedikit berbeda karena jumlah orang dan kebutuhan perjalanan lebih banyak.
1. Pilih Akomodasi dengan Fasilitas Lengkap
Akomodasi dengan sarapan, dapur, fasilitas laundry, atau akses transportasi dapat membantu mengurangi pengeluaran tambahan, terutama untuk perjalanan beberapa hari.
2. Cari Kamar Sesuai Jumlah Anggota
Bandingkan beberapa tipe kamar dan hitung biaya berdasarkan jumlah orang yang dapat menginap. Perhatikan juga ketentuan kapasitas kamar dan biaya tambahan untuk anak atau orang dewasa.
3. Buat Itinerary yang Ramah Anak
Jangan membuat jadwal terlalu padat. Jarak antarlokasi, waktu makan, dan waktu istirahat perlu diperhitungkan agar perjalanan tetap nyaman.
4. Bawa Kebutuhan Dasar dari Rumah
Beberapa kebutuhan seperti obat pribadi, botol minum, perlengkapan anak, atau kebutuhan kecil lainnya dapat dipersiapkan sebelum berangkat.
5. Prioritaskan Aktivitas
Tidak semua tempat wisata harus dikunjungi. Pilih aktivitas yang paling sesuai dengan usia, minat, dan kebutuhan anggota keluarga.
Cara Menghindari Pengeluaran Tidak Terduga Saat Liburan
Selain membuat budget, periksa detail biaya sebelum melakukan pemesanan. Beberapa pengeluaran yang sering terlewat antara lain:
Biaya tambahan hotel
Biaya bagasi
Biaya parkir
Transportasi dari bandara atau stasiun
Tiket masuk tempat wisata
Biaya perubahan atau pembatalan tiket
Biaya makanan dan minuman yang tidak termasuk dalam paket
Biaya transportasi lokal
Pengeluaran akibat perubahan itinerary
Simpan juga dana cadangan yang terpisah dari budget utama. Dana tersebut dapat digunakan jika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan selama perjalanan.
Perlukah Asuransi Perjalanan Saat High Season?
Liburan saat high season bukan hanya membutuhkan perencanaan biaya, tetapi juga persiapan terhadap berbagai kemungkinan selama perjalanan.
Semakin padat itinerary dan semakin banyak komponen perjalanan yang dipesan, semakin penting untuk memahami ketentuan masing-masing tiket, hotel, dan layanan yang digunakan. Gangguan seperti keterlambatan perjalanan, pembatalan, atau masalah bagasi dapat menimbulkan biaya tambahan, tergantung situasi dan kebijakan penyedia layanan.
Asuransi perjalanan dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengelola dampak finansial dari risiko yang memang tercantum sebagai manfaat dalam polis. Namun, perlindungan setiap produk berbeda dan tidak semua risiko otomatis ditanggung.
Oleh karena itu, sebelum membeli asuransi perjalanan, perhatikan:
Jenis perlindungan
Manfaat yang diberikan
Batas pertanggungan
Pengecualian polis
Premi
Prosedur klaim
Syarat dan ketentuan
Asuransi perjalanan tidak mencegah terjadinya gangguan selama perjalanan. Namun, perlindungan yang sesuai dapat membantu mengurangi dampak finansial dari risiko yang dijamin dalam polis.
Oona menyediakan Asuransi Perjalanan dengan manfaat perlindungan sesuai produk dan ketentuan polis yang dipilih. Pelajari manfaat dan ketentuannya untuk mengetahui pilihan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan Anda.