10 Destinasi Wisata Jepang Selain Tokyo dan Osaka yang Wajib Dikunjungi
Jepang menjadi salah satu destinasi liburan luar negeri favorit wisatawan Indonesia. Tokyo dengan kehidupan metropolitan dan Osaka dengan wisata kulinernya memang menarik untuk dikunjungi. Namun, masih banyak destinasi wisata Jepang lainnya yang menawarkan pengalaman tidak kalah berkesan.
Mulai dari kota bersejarah dengan kuil tradisional, kawasan pegunungan bersalju, hingga pantai tropis, setiap wilayah Jepang memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, beberapa kota menawarkan suasana yang lebih santai dibandingkan pusat wisata populer.
Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Jepang, menjelajahi kota selain Tokyo dan Osaka dapat menjadi cara menarik untuk mengenal budaya, kuliner, dan keindahan alam Negeri Sakura. Berikut 10 destinasi wisata Jepang yang wajib masuk dalam itinerary perjalanan Anda, lengkap dengan rekomendasi tempat wisata, kuliner khas, dan tips berkunjung.
1. Kyoto – Destinasi Wisata Jepang dengan Budaya Tradisional
Kyoto merupakan salah satu kota di Jepang yang wajib dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya tradisional. Kota yang pernah menjadi ibu kota Jepang ini terkenal dengan kuil bersejarah, taman Jepang, rumah kayu tradisional, dan kawasan geisha.
Beberapa tempat wisata di Kyoto yang populer antara lain Fushimi Inari Taisha dengan ribuan gerbang torii merah, Kiyomizu-dera yang menawarkan pemandangan kota dari ketinggian, serta Arashiyama Bamboo Grove yang terkenal dengan hutan bambunya.
Wisatawan juga dapat menjelajahi kawasan Gion untuk menikmati suasana Kyoto tempo dulu. Pada musim semi, kota ini menjadi destinasi favorit untuk melihat bunga sakura, sementara musim gugur menghadirkan pemandangan dedaunan berwarna merah dan keemasan.
Untuk pengalaman kuliner, cobalah matcha khas Uji, yudofu atau tahu rebus, dan kaiseki, yaitu hidangan tradisional Jepang yang disajikan dalam beberapa tahap.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 2–3 hari. Kyoto dapat diakses dari Osaka menggunakan kereta dengan waktu perjalanan sekitar 30–60 menit, tergantung layanan dan stasiun keberangkatan.
Informasi mengenai kawasan wisata dan atraksi budaya dapat ditemukan melalui panduan wisata Kyoto dari Japan National Tourism Organization (JNTO).
2. Sapporo – Destinasi Wisata Musim Dingin di Jepang
Jika ingin menikmati salju saat liburan ke Jepang, Sapporo dapat menjadi pilihan menarik. Kota terbesar di Hokkaido ini terkenal dengan musim dingin yang panjang, festival salju, dan berbagai kuliner khas Jepang utara.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Sapporo Snow Festival yang umumnya berlangsung pada Februari. Festival ini menghadirkan berbagai patung salju dan es berukuran besar yang dipamerkan di beberapa lokasi, termasuk Odori Park.
Selain festival salju, wisatawan dapat mengunjungi Mount Moiwa untuk menikmati panorama kota, Sapporo Beer Museum, dan kawasan Susukino yang terkenal dengan restoran serta hiburan malam.
Sapporo juga cocok bagi pencinta kuliner. Beberapa makanan yang wajib dicoba adalah miso ramen, sup kari Hokkaido, hidangan laut segar, serta produk susu khas wilayah tersebut.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 3–4 hari, terutama jika ingin menambahkan perjalanan sehari ke Otaru. Wisatawan dari Tokyo umumnya dapat menggunakan penerbangan domestik menuju New Chitose Airport, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta ke pusat Sapporo. Sebelum berkunjung, periksa kondisi cuaca melalui panduan wisata Hokkaido dari JNTO, terutama jika bepergian pada musim dingin.
3. Kanazawa – Wisata Taman Jepang dan Kawasan Samurai
Kanazawa merupakan destinasi wisata Jepang yang cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati budaya tradisional, seni, dan sejarah. Terletak di Prefektur Ishikawa, kota ini dikenal dengan taman lanskap yang indah serta kawasan bersejarah yang masih terawat.
Salah satu tempat wisata paling terkenal adalah Kenrokuen Garden, taman tradisional Jepang yang memiliki pemandangan berbeda pada setiap musim.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Higashi Chaya District, kawasan rumah teh tradisional dengan bangunan kayu bersejarah. Sementara itu, Nagamachi Samurai District menawarkan kesempatan untuk melihat kawasan tempat tinggal keluarga samurai pada masa lalu.
Bagi pencinta kuliner, Omicho Market menjadi tempat menarik untuk mencoba seafood segar, sushi, dan berbagai makanan lokal.
Kanazawa juga terkenal dengan kerajinan daun emas atau gold leaf. Wisatawan dapat menemukan produk kerajinan, souvenir, bahkan makanan penutup dengan dekorasi emas yang dapat dikonsumsi.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 1–2 hari. Dari Tokyo, Kanazawa dapat dijangkau menggunakan Hokuriku Shinkansen dengan perjalanan sekitar 2,5–3 jam.
Untuk merencanakan perjalanan, lihat panduan destinasi Hokuriku-Shinetsu dari JNTO.
4. Hiroshima – Wisata Sejarah dan Keindahan Pulau Miyajima
Hiroshima menjadi salah satu destinasi wisata Jepang yang menawarkan pengalaman sejarah sekaligus keindahan alam. Kota ini dikenal melalui Hiroshima Peace Memorial Park dan Hiroshima Peace Memorial Museum, yang menyimpan dokumentasi peristiwa bom atom tahun 1945 serta menyampaikan pesan penting mengenai perdamaian dunia.
Selain wisata sejarah, Hiroshima juga memiliki destinasi alam dan budaya yang menarik, yaitu Pulau Miyajima. Pulau ini terkenal dengan Itsukushima Shrine dan gerbang torii besar yang terlihat seolah mengapung di laut ketika air pasang. Wisatawan dapat menjelajahi jalanan tradisional, mencicipi jajanan lokal, atau mendaki Mount Misen untuk menikmati panorama Laut Pedalaman Seto.
Jangan lewatkan okonomiyaki khas Hiroshima, hidangan berbahan adonan, kubis, mi, dan berbagai pilihan topping yang dimasak berlapis. Durasi kunjungan yang disarankan adalah 2 hari agar wisatawan memiliki cukup waktu untuk menjelajahi pusat kota dan Miyajima. Informasi lebih lengkap mengenai atraksi sejarah dan wisata alam tersedia melalui panduan wisata Hiroshima dari JNTO.
5. Fukuoka – Surga Kuliner dan Wisata Kota di Jepang
Fukuoka merupakan salah satu kota terbesar di Pulau Kyushu yang terkenal dengan wisata kuliner, pusat perbelanjaan, dan suasana perkotaan yang nyaman. Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan ke Jepang dengan aktivitas yang tidak terlalu padat, Fukuoka dapat menjadi pilihan.
Salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan adalah menikmati makanan di yatai, yaitu kios makanan kaki lima yang biasanya beroperasi pada malam hari. Di sini, wisatawan dapat mencoba Hakata ramen, yakitori, oden, dan berbagai hidangan khas Jepang.
Selain wisata kuliner, Fukuoka memiliki beberapa destinasi populer seperti Ohori Park, Kushida Shrine, dan Canal City Hakata. Jika memiliki waktu tambahan, wisatawan dapat mengunjungi Dazaifu Tenmangu, kuil terkenal yang berada di kawasan Dazaifu dan dapat dijangkau melalui perjalanan singkat dari Fukuoka.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 2–3 hari. Fukuoka juga memiliki bandara yang relatif dekat dengan pusat kota, sehingga memudahkan mobilitas wisatawan. Temukan rekomendasi atraksi dan aktivitas lainnya melalui panduan wisata Fukuoka dari JNTO.
6. Nara – Bertemu Rusa dan Menjelajahi Kuil Bersejarah
Nara merupakan destinasi wisata Jepang yang populer berkat taman luas dengan rusa yang berkeliaran bebas. Kota ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam sekaligus mengenal sejarah Jepang.
Tempat wisata utamanya adalah Nara Park, tempat pengunjung dapat melihat rusa yang hidup bebas di kawasan taman. Rusa-rusa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi dan memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat.
Selain Nara Park, wisatawan dapat mengunjungi Todai-ji, kuil Buddha terkenal yang menyimpan patung Buddha berukuran besar, serta Kasuga Taisha yang memiliki deretan lentera batu dan perunggu. Kawasan Naramachi juga menarik untuk dijelajahi karena memiliki rumah tradisional, toko kerajinan, dan kafe dengan suasana khas Jepang.
Nara dapat dikunjungi dalam satu hari dari Kyoto atau Osaka. Waktu perjalanan menggunakan kereta umumnya sekitar 35–60 menit, tergantung rute. Saat mengunjungi Nara Park, wisatawan sebaiknya hanya memberikan makanan khusus rusa yang diperbolehkan dan mengikuti petunjuk keselamatan setempat. Panduan mengenai destinasi budaya dan wisata Nara tersedia di situs resmi pariwisata Jepang.
7. Nagasaki – Kota Pelabuhan dengan Perpaduan Budaya
Nagasaki merupakan kota pelabuhan di Pulau Kyushu yang memiliki sejarah panjang dalam hubungan perdagangan Jepang dengan negara-negara lain. Pengaruh budaya internasional masih terlihat melalui bangunan bersejarah, kawasan pelabuhan, dan makanan khasnya.
Salah satu destinasi populer adalah Glover Garden, kawasan yang memiliki rumah-rumah berarsitektur Barat dari masa perdagangan internasional Jepang. Wisatawan juga dapat mengunjungi Dejima, bekas pos perdagangan Belanda yang kini menjadi kawasan wisata sejarah.
Nagasaki Peace Park dan Atomic Bomb Museum menjadi tempat penting untuk memahami sejarah Perang Dunia II. Untuk menikmati pemandangan kota, wisatawan dapat mengunjungi Mount Inasa yang terkenal dengan panorama malam Nagasaki dan kawasan pelabuhannya.
Dari sisi kuliner, Nagasaki memiliki champon, hidangan mi berkuah dengan sayuran dan seafood yang dipengaruhi budaya Tiongkok.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 1–2 hari. Nagasaki dapat diakses dari Fukuoka melalui kombinasi kereta ekspres dan Shinkansen dengan waktu perjalanan sekitar 1,5–2 jam. Pelajari berbagai pilihan destinasi melalui panduan wisata Nagasaki dari JNTO.
8. Takayama – Kota Tradisional Jepang di Kawasan Pegunungan
Takayama merupakan kota kecil di Prefektur Gifu yang terkenal dengan suasana tradisional Jepang dan pemandangan pegunungan. Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota yang lebih tenang dan menjelajahi bangunan bersejarah.
Salah satu kawasan paling populer adalah Sanmachi Suji, jalanan kota tua dengan deretan bangunan kayu tradisional, toko souvenir, restoran, dan kedai makanan lokal. Wisatawan juga dapat mengunjungi Takayama Jinya, bangunan pemerintahan bersejarah, serta Miyagawa Morning Market yang menawarkan hasil pertanian dan kerajinan lokal.
Takayama terkenal dengan Hida beef, daging sapi premium yang dapat dinikmati dalam berbagai hidangan, mulai dari steak hingga sushi daging. Banyak wisatawan menggabungkan perjalanan ke Takayama dengan Shirakawa-go, desa tradisional yang terkenal dengan rumah beratap curam bergaya gassho-zukuri.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 1–2 hari, atau lebih lama jika ingin mengunjungi Shirakawa-go dan kawasan sekitarnya. Informasi mengenai Takayama dan wilayah Gifu tersedia melalui panduan wisata Gifu dari JNTO.
9. Kobe – Wisata Pelabuhan, Pegunungan, dan Kuliner Wagyu
Kobe merupakan kota pelabuhan di Prefektur Hyogo yang menawarkan kombinasi pemandangan laut, pegunungan, dan kehidupan perkotaan modern. Lokasinya yang berdekatan dengan Osaka menjadikan Kobe pilihan menarik untuk perjalanan singkat saat berlibur di wilayah Kansai.
Wisatawan dapat mengunjungi Kobe Harborland dan Meriken Park untuk menikmati suasana tepi laut. Kawasan Kitano Ijinkan juga menarik karena memiliki bangunan bergaya Barat yang mencerminkan sejarah perdagangan internasional Kobe.
Bagi pencinta alam, Mount Rokko menawarkan pemandangan kota dari ketinggian. Wisatawan juga dapat mengunjungi Nunobiki Herb Gardens melalui kereta gantung untuk menikmati taman bunga dan panorama Kobe.
Kobe terkenal dengan Kobe beef, salah satu jenis wagyu premium yang berasal dari sapi dengan standar kualitas tertentu. Jika ingin menikmati pengalaman tradisional Jepang, Arima Onsen dapat menjadi pilihan untuk mencoba pemandian air panas.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 1–2 hari. Kobe dapat dijangkau dari Osaka menggunakan kereta dalam waktu sekitar 20–40 menit, tergantung stasiun dan layanan. Temukan informasi wisata Kobe dan sekitarnya melalui panduan Prefektur Hyogo dari JNTO.
10. Okinawa – Destinasi Wisata Pantai di Jepang
Berbeda dari destinasi wisata Jepang yang terkenal dengan salju dan pegunungan, Okinawa menawarkan pengalaman liburan tropis dengan pantai berpasir putih dan laut berwarna biru jernih. Okinawa merupakan prefektur kepulauan di bagian selatan Jepang yang memiliki budaya khas Ryukyu, berbeda dari wilayah Jepang lainnya.
Salah satu tempat wisata terkenal adalah Okinawa Churaumi Aquarium, akuarium besar yang menjadi rumah bagi berbagai spesies laut, termasuk hiu paus. Wisatawan juga dapat mengunjungi Shurijo Castle Park untuk mengenal sejarah Kerajaan Ryukyu serta Kokusai-dori untuk berbelanja dan menikmati kuliner lokal.
Bagi pencinta aktivitas laut, Okinawa menawarkan berbagai pilihan snorkeling, diving, dan wisata pantai. Namun, aktivitas tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca, musim, dan keselamatan. Kuliner khas Okinawa yang menarik dicoba antara lain Okinawa soba, goya champuru, dan berbagai hidangan berbahan ubi ungu.
Durasi kunjungan yang disarankan adalah 3–5 hari. Dari Tokyo atau Osaka, wisatawan dapat menggunakan penerbangan domestik menuju Naha Airport. Periksa musim kunjungan dan rekomendasi aktivitas melalui panduan wisata Okinawa dari JNTO.
Memilih Destinasi Wisata Jepang Sesuai Gaya Liburan
Dengan banyaknya tempat wisata di Jepang, menentukan kota yang ingin dikunjungi bisa menjadi tantangan tersendiri. Agar itinerary lebih efisien, pilih destinasi berdasarkan minat, musim, dan durasi perjalanan.
Gaya liburan
| Destinasi yang direkomendasikan
|
|---|
Wisata budaya dan sejarah
| Kyoto, Nara, Hiroshima, Kanazawa
|
Wisata salju dan musim dingin
| Sapporo
|
Wisata kuliner
| Fukuoka, Kobe, Nagasaki
|
Wisata tradisional dan kota kecil
| Takayama, Kanazawa
|
Wisata pantai dan aktivitas laut
| Okinawa
|
Perjalanan singkat dari Osaka
| Kyoto, Nara, Kobe
|
Catatan: Rekomendasi destinasi wisata Jepang di atas dapat disesuaikan dengan minat, musim kunjungan, durasi perjalanan, dan anggaran. Sebaiknya pilih kota-kota yang berada dalam satu wilayah agar perjalanan lebih efisien dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpindah tempat.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang, Kyoto, Nara, dan Kobe relatif mudah digabungkan dalam satu itinerary karena berada di kawasan Kansai. Sementara itu, wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi berbeda dapat memilih Fukuoka dan Nagasaki di Kyushu atau Sapporo dan Otaru di Hokkaido.
Waktu Terbaik untuk Liburan ke Jepang
Jepang memiliki empat musim yang menawarkan pengalaman wisata berbeda. Memilih waktu perjalanan yang sesuai dapat membantu wisatawan menikmati destinasi dengan lebih maksimal.
Musim
| Periode umum
| Daya tarik
|
|---|
Musim Semi
| Maret–Mei
| Bunga sakura dan taman
|
Musim Panas
| Juni–Agustus
| Festival dan aktivitas luar ruang
|
Musim Gugur
| September–November
| Dedaunan merah dan keemasan
|
Musim Dingin
| Desember–Februari
| Salju, ski, dan festival musim dingin
|
Periode bunga sakura dan perubahan warna daun berbeda-beda menurut wilayah serta kondisi cuaca tahunan. Sebagai contoh, musim sakura di Hokkaido umumnya lebih lambat dibandingkan Tokyo atau Kyoto. Wisatawan dapat memeriksa informasi musiman dan rekomendasi destinasi melalui situs resmi Japan National Tourism Organization.
Tips Merencanakan Liburan ke Jepang untuk Wisatawan Indonesia
Setelah menentukan destinasi wisata Jepang yang ingin dikunjungi, langkah berikutnya adalah mempersiapkan perjalanan secara menyeluruh.
1. Susun itinerary berdasarkan lokasi
Jepang memiliki sistem transportasi yang luas, tetapi tidak semua destinasi dapat dijangkau dalam waktu singkat. Untuk perjalanan 5–7 hari, sebaiknya fokus pada satu kawasan utama, misalnya Kyoto, Osaka, Nara, dan Kobe. Jika ingin menjelajahi Hokkaido atau Okinawa, pertimbangkan waktu tambahan untuk penerbangan domestik.
2. Bandingkan biaya transportasi
Kereta cepat Shinkansen dapat menjadi pilihan praktis untuk perjalanan antarkota, tetapi biayanya perlu diperhitungkan. Bandingkan harga tiket kereta reguler, Shinkansen, bus antarkota, dan penerbangan domestik sebelum memutuskan rute perjalanan.
3. Siapkan pakaian sesuai musim
Kondisi cuaca di Jepang dapat berbeda secara signifikan antardaerah. Sapporo bisa mengalami suhu di bawah titik beku pada musim dingin, sementara Okinawa memiliki iklim subtropis yang lebih hangat.
Pastikan membawa pakaian, alas kaki, dan perlengkapan yang sesuai dengan destinasi serta aktivitas yang direncanakan.
4. Periksa persyaratan visa Jepang
Wisatawan Indonesia perlu memeriksa ketentuan visa sesuai jenis paspor. WNI pemegang e-paspor yang memenuhi persyaratan dapat menggunakan fasilitas bebas visa untuk kunjungan singkat maksimal 15 hari setelah menyelesaikan registrasi pra-keberangkatan yang diwajibkan.
Registrasi dapat dilakukan melalui Japan Visa Exemption System (JAVES). Sementara itu, pemegang paspor biasa pada umumnya perlu mengajukan visa sesuai tujuan kunjungan.
Informasi terbaru dapat diperiksa melalui halaman resmi informasi visa Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Jika Anda membutuhkan informasi lengkapnya, Anda juga dapat jelajahi update Visa Jepang 2026 untuk liburan akhir tahun.
5. Siapkan uang tunai dan metode pembayaran
Walaupun pembayaran nontunai semakin banyak digunakan, beberapa toko kecil, pasar tradisional, dan fasilitas lokal mungkin masih mengutamakan uang tunai.
Siapkan yen secukupnya dan pastikan kartu pembayaran internasional dapat digunakan selama perjalanan.
6. Pesan akomodasi lebih awal
Permintaan hotel dapat meningkat pada musim sakura, libur akhir tahun, Golden Week, dan festival besar. Memesan akomodasi lebih awal membantu wisatawan mendapatkan pilihan lokasi yang lebih sesuai dengan itinerary dan anggaran.
7. Persiapkan asuransi perjalanan luar negeri
Selain tiket pesawat, akomodasi, dan itinerary, perlindungan perjalanan juga perlu menjadi bagian dari persiapan liburan.
Risiko sakit, kecelakaan, gangguan penerbangan, hingga masalah bagasi dapat terjadi kapan saja. Karena itu, memiliki asuransi perjalanan luar negeri dapat membantu wisatawan menghadapi dampak finansial dari risiko yang dijamin dalam polis.
Pentingnya Asuransi Perjalanan Jepang Saat Liburan
Liburan ke Jepang sering melibatkan perjalanan antarkota, penggunaan transportasi umum, dan aktivitas luar ruang. Meskipun itinerary telah direncanakan dengan matang, berbagai kejadian tidak terduga tetap dapat mengganggu perjalanan.
Menurut Japan National Tourism Organization (JNTO), wisatawan sangat dianjurkan memiliki asuransi perjalanan karena biaya perawatan medis di Jepang dapat menjadi pengeluaran yang besar apabila terjadi sakit atau kecelakaan.
Asuransi perjalanan dapat membantu memberikan perlindungan finansial melalui manfaat yang tersedia dalam polis, seperti biaya perawatan medis akibat sakit atau kecelakaan, kompensasi keterlambatan perjalanan, serta risiko kehilangan atau keterlambatan bagasi.
Namun, setiap produk asuransi memiliki manfaat, batas pertanggungan, syarat, dan pengecualian yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa ketentuan polis sebelum membeli, terutama jika berencana melakukan aktivitas seperti ski atau olahraga air.
Untuk perjalanan yang lebih tenang, Anda dapat mempertimbangkan Asuransi Perjalanan Jepang Oona yang menyediakan pilihan perlindungan perjalanan sesuai kebutuhan dan ketentuan polis.
Persiapkan liburan ke jepang dengan perlindungan yang tepat temukan pilihan asuransi perjalanan Oona dan sesuaikan manfaat perlindungan dengan kebutuhan perjalanan Anda.
Jelajahi Lebih Banyak Destinasi Wisata Jepang dengan Persiapan yang Matang
Tokyo dan Osaka bukan satu-satunya destinasi wisata Jepang yang menarik untuk dijelajahi. Kyoto menawarkan pengalaman budaya tradisional, Sapporo terkenal dengan wisata musim dingin, Kanazawa memiliki kawasan bersejarah, sementara Okinawa menghadirkan suasana pantai tropis. Dengan memilih destinasi berdasarkan minat, musim, dan durasi perjalanan, Anda dapat menyusun itinerary yang lebih nyaman sekaligus menikmati pengalaman liburan yang beragam.
Sebelum berangkat, pastikan seluruh kebutuhan perjalanan telah dipersiapkan, mulai dari dokumen, transportasi, akomodasi, hingga asuransi perjalanan luar negeri untuk membantu menghadapi risiko tak terduga selama liburan.